Hacker

Istilah hacker sebenarnya sydah muncul di akhir tahun 1950-an, awalnya ditujukan untuk para programmer mahir. Kemudian di tahun 1970-an, istilah hacker digunkan untuk menggambarkan para revolusioner komputer yang menjadi cikal bakal para pendiri perusahaan komputer. Akhirnya pada tahun 1980-an, kata ini identik dengan pembajakan video game dengan menghilangkan proteksi dan menjualnya. Dan saat ini orang-orang mendefinissikan hacker sebagai seseorang yang menerobos sistem komputer.

 

Picture by : http://buddytanjaya.blogspot.com/2011/06/hacker-serang-situs-besar-dunia.html

Pengertian tersebut tidak sepenuhnya benar.  Hacker adalah seseorang yang memiliki keahlian berhenaan sistem komuter dan pemrograman. Tidak ada salahnya menjadi seorang hacker. Sedangkan, cracker adalah hacker yang melanggar batas hukum dalam aksinya, seperti  mencuri data, mengubah account perbankan, mendistribusikan worm, virus, dan sebagainya. Istilah hacker dan cracker sering tertukar dan istilah tersebut terkesan negatif, yang jika dihadapkan istilah hacker biasanya orang akan berkonotasi negatif. Hacker dan cracker dibedakan berdasarkan keahliannya yang bertanggung jawab. Pada dasarnya cracker adalah hacker, tapi hacker belum pasti menjadi cracker.

Hacker digolongkan menjadi 5 kelompok (cracker digolongkan black hat) :

  • White hat : hacker yang menjunjung tinggi standar etika, akses ke sistem yang dilakukan bukan untuk merugikan, contohnya menguji sistem ketahanan mereka sendiri. Hacker ini senang mempelajari sistem, bahkan  mereka disewa sebagai konsultan keamanan. Dalam dunia hacker yang sebenarnya adalah white hat hacker ini.
  • Grey hat : hacker yang memiliki ambiguitas standar etika yang mungkin diantaranya melanggar batas- batas hukum.
  • Black hat : hacker yang menerobos keamanan komputer tanpa kewenangan dan menggunakannya sebagai aksi vandalisme (kerusakan yang berbahaya), seperti : penipuan , pencurian identitas, penyelewengan hak kekayaan intelektual, dan berbagai tindak kriminal lainnya.
  • Script kiddie : seseorang yang bukan ahli komputer, yana mampu menembus sitem komputer menggunakan pre-packaged automated tools yang dibuat orang lain. Mereka ini diasingkan dari komunitas hacker yang dikenal sebagai Skiddiot.
  • Hacktivist : hacker yang menggunakan teknologi untuk menyebarkan pesan politik, ideologi, pesan-pesan keagamaan, dan sebagainya. Pada umumnya, hacktivism melibatkan website seface atau serangan DOS (denial of service). Pada kasus ekstrim, hactivism dimanfaatkan sebagai tool untuk Cyberterrorism.

Sumber :

Judul        : Teknik Mengoptimalkan Password

Penulis     : Feri Sulianta

Penerbit   : Elex Media Komputindo

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s